Tampilkan postingan dengan label Beppyon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beppyon. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Februari 2022

Liputan Buku Jejak Dari Kota Neraka di Oita Godo Shinbun

  【別府】別府市の立命館アジア太平洋大(APU)大学院に通うヒジラ・サプトラさん(35)が、別府観光の魅力や暮らしをPRする本「地獄の街での足跡」を母国インドネシアで出版した。新型コロナウイルスの影響で来日できなかった半年間に執筆。恵まれない子どもたちの支援に収益を充てた。

Hijrah Saputra dan Dissa Syakina 

春休みに入った2月中旬に首都ジャカルタに戻ったが、新型コロナで4月になっても来日できなくなった。感染状況が深刻で外出も一切できなくなり、オンライン授業の日々が続く中で「本を作ろう」と思い立ったという。

 2018年秋に入学して以来、たびたび母国のネットメディア向けに日常を発信していた。地獄めぐりなどの主要観光地の様子、年末の鏡餅作りなど、会員制交流サイト(SNS)に投稿した過去の写真も含めて1カ月ほどで一冊の本に仕上げた。
 日本の地名で知られているのは東京や京都などの主要都市が中心。多くの人が別府の地名を知らず、別府の話題は新鮮に感じられたようだ。裸で入る日本式の温泉文化や、地獄めぐり、地獄蒸しのように自然を観光資源に生かす点に反響があったという。
 ヒジラさんは「悪いイメージの『地獄』のタイトルと観光という単語が本を読むことで結びつき、別府の地獄に好印象を持ってくれた。新型コロナが収束したら別府に遊びに来たり、APUに入学する人が増えてほしい」と期待する。
 妻のディサ・アダニサさん(30)=APU大学院生=も同じ時期に「新しい冒険」と題した本を出した。中央アメリカ、ニカラグアで13年に実施した英語教育ボランティアの体験を、当時の日記で振り返った。ディサさんは「母国を担う次世代の役に立ちたい」と話した。
 本はいずれもインドネシア語。ヒジラさんは製本した100冊、ディサさんは200冊を完売。追加販売を検討するという。

<メモ>
 ヒジラさん、ディサさん夫婦は春から約半年間、インドネシアでオンライン授業を受けて過ごした。ジャカルタを8月末に出国、東京都で2週間ほど滞在し、9月11日に別府に到着した。

※この記事は、9月16日 大分合同新聞 12ページに掲載されています。

Senin, 14 Februari 2022

Ojika, Kamp Anak - Anak Kota Beppu Jepang

Kali ini saya dapat kesempatan untuk berkumpul dan bermain bersama anak-anak Jepang di acara Beppu Children Camp. Beppu Children Camp sendiri merupakan program yang diadakan oleh Pemerintah Beppu dan Beppu Children Association untuk memberikan kesempatan untuk anak-anak bertemu dan belajar dengan kakak-kakak atau abang-abang volunteer dari seluruh negara yang berbeda. Program ini ditujukan terutama untuk anak-anak yang single parent, harapannya bisa memberikan kesempatan untuk mereka merasakan liburan yang menyenangkan yang kemungkinan tidak bisa dirasakan seperti keluarga yang orang tuanya lengkap, luar biasa ya pemerintahnya.

Sambutan dan permainan Bersama orang dari Dinas Pendidikan Beppu
Ada kurang lebih 80 anak-anak dari sekolah yang berbeda di Kota Beppu, mulai dari kelas 3 hingga kelas 6 SD. Kemudian anak-anak tersebut dibagi ke beberapa kelompok dan nantinya didampingi oleh kakak-kakak volunteer dan ada juga siswa SMA yang menjadi volunteer. Untuk kakak-kakak dan Abang-abang volunteer ada sekitar 12 orang yang berasal dari China, Malaysia, Singapura, Thailand, Korea, dan Cameroon.

Saya mendapat kelompok Bersama 3 orang anak yang pintar-pintar dan aktif, sebut saja Ruka Chan, si anak perempuan pintar dan aktif sekali berbicara, melihat Ruka saya jadi teringat dengan ponakan saya di Aceh, mirip sekali gaya dan berbicaranya. Ada Touki Watanabe Kun, anak laki yang berpostur tubuh kecil tapi selalu jadi contoh teladan anak-anak lain dan dia juga yang menjadi pemimpin rombongan. Ada lagi Youki Kun, anak laki seumuran Touki tapi berpostur tubuh kurus dan lebih tinggi, semangat belajarnya membuat dia aktif bertanya dan memberi jawaban dari pertanyaan instruktur. Selain saya, ada Moris, pemuda dari Cameroon. 
Sesi perkenalan
Beppu Children Camp 2018
Sebelum acara inti di malam hari kami berkenalan terlebih dulu dengan anak-anak, kemudian kami diantar ke kamar yang akan kami gunakan untuk istirahat. Kamar yang kami dapat ala-ala tantara, ya namanya juga camp, jadinya kami tinggal di barak, ada 3 tempat tidur yang bertingkat, jadi inget ketika saya sekolah di SMA Modal Bangsa, hehe. Yang bikin berbeda, tempat tidurnya ternyata ada beberapa lapis, mulai dari futon, selimut dan sprei yang semuanya terlipat rapi. Belum sempat saya menyiapkan tempat tidur, tiba-tiba saja muncul sosok anak laki kecil berbaju merah, ah, Touki Kun! anak laki yang sama di kelompok saya. Saya menyapa,"hai". Touki Kun bertanya kepada saya beberapa pertanyaan dengan sangat cepat, saya bingung, belum sempat saya menjawab, dia dengan sigap berlari ke tempat tidur saya dan menyiapkan tempat tidur saya dengan rapinya, wow! Saya takjub, sepertinya anak ini sudah terlatih untuk menyiapkan semua tempat tidurnya dari sejak kecil, luar biasa ya, ini jadinya siapa yang ngajar siapa? haha.

Sorenya kami berkumpul di dalam kelas untuk perkenalan lebih lanjut dan ternyata anak-anak ini dikumpulkan untuk belajar Bahasa Asing untuk menyambut tamu-tamu yang nantinya akan dating ketika Rugby World Cup di Oita Tahun 2019.
Sesi belajar Bahasa Inggris dan Bahasa yang digunakan kakak-kakak volunteer dipandu oleh Abe San dari City Hall
Malamnya kami ada sesi permainan dan saling bertukar kebudayaan yang dimiliki oleh kakak-kakak volunteer. Sesi pertama dimulai dari kakak-kakak dari China dengan permainan lempar dan kejar sapu tangan, kemudian dilanjutkan dengan tarian kipas kakak-kakak dari Malaysia. Dilanjutkan dengan tarian dari Thailand. 

Sesi permainan dengan kakak-kakak volunteer dari China
Saya sendiri mengajarkan anak-anak untuk mengenal Indonesia, terutama Aceh. Ternyata di Beppu Tarian Aceh menjadi salah satu yang diminati karena gerakan yang rancak dan juga membutuhkan kerjasama antar penari. Salah satu Tarian Tradisional Aceh yang sudah dikenal baik di Beppu adalah Tarian Ratoh Jaroe, ya walaupun di sini mereka menyebutnya dengan nama Tari Saman. Tarian ini sudah menjadi salah satu ikon tarian Indonesia yang sering ditarikan oleh mahasiswa APU, dan sering diundang oleh pemerintah untuk ditampilkan di banyak acara, jadi ikut bangga juga, padahal anak Aceh belum pernah ada di APU.
Sesi pengenalan tarian Ratoh Jaroe, ternyata tidak hanya anak-anak yang tertarik, kakak-kakak volunteer juga ingin ikutan belajar
Walaupun singkat, anak-anak di sini bisa mempraktekkan dengan cepat
Setelah sesi main dan bertukar kesenian, kami lanjutkan dengan Night Trail menuju hutan! Pengalaman menyusuri hutan tengah malam ini mengingatkan saya dengan komik-komik jepang yang dulu saya pernah baca, anak-anak di sini diajarkan untuk berani dan juga terlatih untuk mengadapi masalah yang didapat ketika di dalam gelap bisa diselesaikan Bersama-sama, serunya di pertengahan lintasan kami bisa melihat Kota Beppu bercahaya dari atas, seru!

Moment yang tak terlupakan Bersama anak-anak yang luar biasa
Puncak acara, paginya kami dibagi menjadi 2 group. Group yang pertama akan pergi menuju ke Kijima Kogen, salah satu theme park yang ada di Beppu untuk belajar Bersama main ice skating. Group yang kedua tetap tinggal di camp untuk mengajarkan kerajinan untuk anak-anak. Sudah dapat ditebak kan saya masuk group yang mana?

Mengenal Beppyon, Manager Marketing Lucu dari Beppu Jepang

Beppyon edisi Halloween

Jepang sangat dikenal dengan film kartun atau yang sering disebut dengan anime. Banyak sekali tokoh-tokoh kartun Jepang yang sangat dikenal di Indonesia, sebut saja DoraemonDetektif ConanSailormoonPokemon dan lainnya.

Beppyon
Ternyata tidak hanya anime, Jepang juga memiliki karakter-karakter lucu yang dijadikan media komunikasi dan edukasi untuk masyarakat. Karakter-karakter lucu tersebut dikenal dengan istilah Yuru Kyara. Karakter yang dibuat Kawaii, lucu itu digunakan juga sebagai maskot dari sebuah daerah yang bertugas mempromosikan kotanya, Jepang memiliki kurang lebih 1.600 Yuru Kyara, wow!
Kota Beppu memiliki sebuah mascot bernama BeppyonBeppyon berupa kelinci putih dengan telinga dan mempunyai tanduk berwarna merah muda menyerupai uap onsen yang menjadi logo Kota Beppu. Beppyon dinobatkan menjadi Public Relation Manager dari Kota Beppu yang bertugas mempromosikan setiap event yang ada di Beppu. 
Jadi, jangan heran kalau di dalam sebuah acara muncul kelinci putih besar menggunakan selempang berwarna merah bertuliskan Beppyon di depannya, hobinya mandi di onsen dan makan wortel rebus, karena itu juga dia menggunakan handuk dan membawa baki yang terbuat dari kayu.
Beppyon di acara persiapan Rugby World Cup 2019
Kehadiran Beppyon memberikan kebahagiaan tersendiri, terutama bagi anak-anak kecil. Baju Beppyon juga terkadang disesuaikan dengan acara yang ada, misalnya acara Rugby, dia akan menggunakan jersey Rugby Jepang yang berwarna merah putih, atau ketika acara kesenian budaya Korea, dia akan menggunakan hanbok.
Beppyon dengan Hanbok di Korean Week
Macam-macam merchandise Beppyon
Ternyata keberadaan Yuru Kyara ini tidak hanya membawa kebahagiaan untuk masyarakatnya, tetapi juga berhasil memberikan pendapatan bagi daerahnya, mulai dari kunjungan wisatawan maupun jumlah penjualan merchandise dari karakter tersebut. Menarik, ya?

Kalau konsep ini dicoba di Indonesia, bakalan seru ya, semua daerah punya maskot lucu yang bertugas mempromosikan daerahnya.

Gimana menurut teman-teman?