Tampilkan postingan dengan label Piyohlovers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piyohlovers. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Februari 2022

Hijrah Saputra: Saya Ini Cuma ‘Kompor’

BANDA ACEH – Siapa pun tahu Aceh yang berada di ujung Sumatera ini memiliki potensi alam luar biasa. Sayangnya, semua potensi itu belum tergarap karena semua pihak, khususnya kalangan anak muda, melirik titik fokus yang sama.

Terkait hal itu, pengusaha muda Aceh, Hijrah Saputra memberikan pendapatnya. Ia mengatakan, jika saja potensi itu digarap secara menyebar tentu akan berdampak jangka panjang yang menjanjikan.

“Sebenarnya Aceh punya banyak potensi yang belum tergali, cuma anak mudanya masih berebut 'kue' yang sama. Padahal masih banyak bagian lain potensi di Aceh yang bisa digarap dan punya kesempatan untuk berkembang lebih bagus ke depannya,” kata Hijrah kepada portalsatu.com melalui BBM, Jumat, 15 Januari 2016.

Ia mencontohkan, saat ini anak-anak muda Aceh mulai mengembangkan parfum aroma kopi, asam sunti pasta, emping berbagai rasa dan masih banyak lainnya.

“Jadi, sekarang saatnya melihat bagian lain yang belum tergarap itu. Jangan hanya melihat potensi yang sama. Tentunya msih banyak lagi lainnya yang belum terlihat,” kata owner Piyoh Design ini.

Kini pria yang akrab disapa Heiji itu lebih banyak mendengar, mendampingi dan menjembatani anak-anak muda Aceh yang memiliki ide-ide bagus yang bakal dihubungkan dengan pemerintahan sehingga ide yang mereka punya bisa dikembangkan.

Pasalnya, kata Heiji, banyak anak-anak muda Aceh yang memiliki ide dan sudah berkarya tetapi belum terhubung dengan pemerintahan. Dengan adanya Heiji yang kini juga menjabat sebagai staf ahli anggota Komisi X DPR RI hal tersebut menjadi mudah.

“Karena selama ini, itulah yang dibutuhkan anak-anak muda Aceh sekarang. Selain itu, juga mulai banyak anak-anak muda Aceh yang tertarik untuk bergerak di bidang social enterprise,” katanya.

Pada 2015 lalu Hijrah juga terpilih untuk mengikuti program Britis Council di Bandung. Ilmu yang dia peroleh dari sana pun kini mulai ditransfer kepada anak-anak muda Aceh.

Hasilnya pun mulai terlihat seperti I Love Songket Aceh yang digagas Azhar Ilyas di Aceh Besar, Colourful Kota Naga oleh Yelly Sustarina di Aceh Selatan, Sedekah Sandal oleh Al Khosim di Sabang dan masih banyak lainnya.

“Mereka penggeraknya dan saya membantu sebagai “kompor” saja sesuai dengan perannya seperti desain, promosi, dan membantu untuk pengembangan baik ide maupun link. Kita bikin Aceh lebih bermanfaat dengan cara yang menyenangkan,” ujar anak dari pasangan Drs. Suradji Junus dan Erwani Muthia ini.[] (ihn/*sar)

Sumber :  https://portalsatu.com/hijrah-saputra-saya-ini-cuma-kompor/

Hijrah Saputra, Pemuda Kreatif yang Ingin Berbagi Aceh Di mana Saja

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Buat kamu penyuka gaya kasual, pasti sudah akrab dengan yang namanya kaos. Ya, fashion item sepanjang masa ini, memang cocok dibawa dalam keseharian. 

Bahannya yang nyaman dan modelnya yang sederhana, membuat para pecintanya sulit meninggalkannya. Menegaskan kesan muda bagi si pemakai. Timeless. Kaos memang tak ada matinya.

Daya tarik sepotong kaos juga menarik minat Hijrah Saputra, untuk menumpahkan kreativitasnya. Selain dilirik warga lokal, kaos dengan brand 'piyoh' ini juga banyak diincar wisatawan. 

Tak heran, selain nyaman dipakai kaos desain Hijrah juga unik dengan mengusung berbagai tema dan karakter.

"Waktu balik ke Aceh saya dianggap orang aneh, bukan orang Aceh. Jadi saya pikir gimana caranya menganehkan orang Aceh," ujar Alumnus Jurusan Tata Kota Universitas Brawijaya Malang ini, saat dijumpai di distronya kawasan  Ulee Kareng, Banda Aceh itu, Selasa (2/1).

Berdiri sejak 2009, saat ini Piyoh mempunyai tiga outlet yang tersebar di Kota Banda Aceh dan Sabang. Mengandalkan kekhasan desain yang diaplikasikan pada kaos dan lainnya, Piyoh menawarkan produk berselera muda.

Penggunaan bahan baku berkualitas baik setara distro juga menjadi nilai tambah. "Kita membidik kalangan menengah ke atas sebagai segmen pasar. Kaos ini sekaligus sebagai branding wisata Aceh yang intinya bisa berbagi Aceh di mana aja," papar alumnus YSEALI 2017 ini.

Dibandrol mulai Rp 90 ribuan, kaos 'Piyoh' tersedia untuk unisex dengan pilihan lengan panjang, pendek, polo, hingga potongan syar'i. Menawarkan tema berbeda dalam setiap bulannya.


Di tangan Hijrah, kaos ini berceloteh tentang banyak hal, seperti 'Badboy go to hell, goodboy go to Sabang' hingga memuat konten lokal seperti 'bek jampok' dan 'eh malam'.

Selain kaos, di sini kamu juga bisa menemukan rupa-rupa gantungan kunci, magnet, stiker, dompet etnik, hingga parfum yang menebarkan aroma khas Aceh. Dibanderol mulai Rp 5 ribu saja per item. (rul)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Hijrah Saputra, Pemuda Kreatif yang Ingin Berbagi Aceh Dimana Saja, https://aceh.tribunnews.com/2018/01/06/hijrah-saputra-pemuda-kreatif-yang-ingin-berbagi-aceh-dimana-saja.