Tampilkan postingan dengan label Piyoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piyoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Februari 2022

Hijrah Saputra Terpilih Menjadi Marketeers of The Year Markplus


BANDA ACEH – Pengusaha muda Aceh Hijrah Saputra menjadi salah satu penerima anugerah Marketeers of the Year 2015 untuk sektor Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan MarkPlus, Inc di Banda Aceh pada Selasa, 7 April 2015 kemarin. Tahun lalu Hijrah juga menjadi pemenang untuk kategori Marketeer Techno Start Up Icon dalam event yang sama.

Pemuda kelahiran Sabang ini mengaku sangat senang dan bangga dengan penghargaan yang diperolehnya. Menurutnya ini adalah apresiasi atas apa yang dilakukannya selama ini.

“Apalagi dapat penghargaan dari perusahaan marketing terbesar di Asia,” kata Hijrah kepada portalsatu.com kemarin, Rabu, 8 April 2015.

Untuk menjadi nominator dalam event bertajuk Indonesia Wow ini, tim seleksi dari lembaga tersebut langsung mensurvey sendiri para kandidat yang akan diberi penghargaan. Industri kreatif yang dikelola Hijrah di bawah bendera Piyoh Design dinilai memberikan kontribusi besar untuk perubahan yang lebih baik.

“Nah, Piyoh sendiri dipilih karena katanya memberikan pengaruh positif untuk perkembangan ekonomi kreatif di Aceh,” kata pria yang pernah memenangkan MDGs Award tahun 2013 ini.

Selain aktif berwirausaha, lulusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Brawijaya ini juga aktif di kegiatan kepariwisataan, dunia marketing dan salah satu pendiri organisasi The Leader. Organisasi yang concern pada pengembangan bakat anak-anak muda. Selain itu, ia juga founder Rumah Kreatif Sabang serta penggerak Sabang Berkebun.

Selain penghargaan yang diperolehnya kemarin, ia pun mengakui bidang yang diminati selama ini membawanya menjadi pemenang Marketeer Techno Start Up Icon 2014, Runner Up My Selangor Story dan Wirausaha Muda Mandiri Kreatif di tahun 2013 serta Entrepreneur Writing Content 2011.

Ia juga mengatakan prospek bisnis anak muda di Aceh sekarang sangat besar sekali karena masih banyak permasalahan di Aceh.

“Berarti  masih banyak peluang yang bisa dikembangkan, masalah adalah peluang, yaitu bisa menghasilkan uang, dikata peluang sendiri ada kata uang di dalamnya,” katanya.

Dalam menjalankan usahanya ada nilai-nilai tertentu yang dianut Hijrah, ia ingin selalu menjadi orang yang bermanfaat. Dan yang paling terpenting adalah selalu melakukannya dengan ijin dan restu kedua orang tuanya.

Sebagai seorang pengusaha muslim, Hijrah juga tak pernah melalaikan salat wajib lima waktu. Ia juga rajin melakukan salat sunnah dhuha dan rajin bersedekah.[] (ihn)

Hijrah Saputra, Anak Muda Aceh yang Jadi Staf Ahli DPR RI

Banda Aceh (Kanal Aceh) – Sejak akhir 2015, pengusaha muda asal Aceh, Hijrah Saputra jadi staf ahli Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) komisi X bidang bidang pendidikan, kepemudaan, olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Iya, saya baru jadi staf ahli di DPR RI komisi X,” katanya saat dikonfirmasi Kanal Aceh, Sabtu (16/1).

Putra asal Sabang ini mengaku diajak oleh Muslim SHI., MM. yang merupakan anggota DPR RI komisi X. Muslim merupakan anggota legislatif dari Dapil 2 Aceh yang meliputi daerah Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Tamiang.

“Saya diajak sama bapak Muslim anggota DPR RI komisi X sejak akhir 2015 lalu,” kata pria yang menjadi pemilik toko cinderamata Piyoh ini.

Lanjut Hijrah, ia juga mau menerima tawaran itu sebab, Muslim mempunyai pemikiran yang idealis, termasuk untuk membantu anak-anak muda Aceh berkembang.

Kepada Kanal Aceh, Hijrah menjelaskan bahwa awalnya ia bertemu Muslim dalam acara program Sail Motorail 2012.

“Beliau minta bantuan untuk menjembatani dengan anak-anak muda kreatif di Aceh, seperti The Leader, Turun Tangan Aceh, I Love Songket Aceh, Colourful Kota Naga, Gam Inong Blogger, himpunan mahasiswa dan komunitas lainnya,” imbuhnya.

Dengan menjadi staf ahli DPR RI, pria lulusan Teknis Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Brawijaya berharap bisa bersinergi dengan semua anak-anak muda Aceh agar generasi muda bisa beraksi. (Aidil Saputra)

Sumber : https://www.kanalaceh.com/2016/01/16/hijrah-saputra-pengusaha-muda-aceh-yang-jadi-staf-ahli-dpr-ri/

Hijrah Saputra: Saya Ini Cuma ‘Kompor’

BANDA ACEH – Siapa pun tahu Aceh yang berada di ujung Sumatera ini memiliki potensi alam luar biasa. Sayangnya, semua potensi itu belum tergarap karena semua pihak, khususnya kalangan anak muda, melirik titik fokus yang sama.

Terkait hal itu, pengusaha muda Aceh, Hijrah Saputra memberikan pendapatnya. Ia mengatakan, jika saja potensi itu digarap secara menyebar tentu akan berdampak jangka panjang yang menjanjikan.

“Sebenarnya Aceh punya banyak potensi yang belum tergali, cuma anak mudanya masih berebut 'kue' yang sama. Padahal masih banyak bagian lain potensi di Aceh yang bisa digarap dan punya kesempatan untuk berkembang lebih bagus ke depannya,” kata Hijrah kepada portalsatu.com melalui BBM, Jumat, 15 Januari 2016.

Ia mencontohkan, saat ini anak-anak muda Aceh mulai mengembangkan parfum aroma kopi, asam sunti pasta, emping berbagai rasa dan masih banyak lainnya.

“Jadi, sekarang saatnya melihat bagian lain yang belum tergarap itu. Jangan hanya melihat potensi yang sama. Tentunya msih banyak lagi lainnya yang belum terlihat,” kata owner Piyoh Design ini.

Kini pria yang akrab disapa Heiji itu lebih banyak mendengar, mendampingi dan menjembatani anak-anak muda Aceh yang memiliki ide-ide bagus yang bakal dihubungkan dengan pemerintahan sehingga ide yang mereka punya bisa dikembangkan.

Pasalnya, kata Heiji, banyak anak-anak muda Aceh yang memiliki ide dan sudah berkarya tetapi belum terhubung dengan pemerintahan. Dengan adanya Heiji yang kini juga menjabat sebagai staf ahli anggota Komisi X DPR RI hal tersebut menjadi mudah.

“Karena selama ini, itulah yang dibutuhkan anak-anak muda Aceh sekarang. Selain itu, juga mulai banyak anak-anak muda Aceh yang tertarik untuk bergerak di bidang social enterprise,” katanya.

Pada 2015 lalu Hijrah juga terpilih untuk mengikuti program Britis Council di Bandung. Ilmu yang dia peroleh dari sana pun kini mulai ditransfer kepada anak-anak muda Aceh.

Hasilnya pun mulai terlihat seperti I Love Songket Aceh yang digagas Azhar Ilyas di Aceh Besar, Colourful Kota Naga oleh Yelly Sustarina di Aceh Selatan, Sedekah Sandal oleh Al Khosim di Sabang dan masih banyak lainnya.

“Mereka penggeraknya dan saya membantu sebagai “kompor” saja sesuai dengan perannya seperti desain, promosi, dan membantu untuk pengembangan baik ide maupun link. Kita bikin Aceh lebih bermanfaat dengan cara yang menyenangkan,” ujar anak dari pasangan Drs. Suradji Junus dan Erwani Muthia ini.[] (ihn/*sar)

Sumber :  https://portalsatu.com/hijrah-saputra-saya-ini-cuma-kompor/

Hijrah Saputra, Pemuda Kreatif yang Ingin Berbagi Aceh Di mana Saja

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Buat kamu penyuka gaya kasual, pasti sudah akrab dengan yang namanya kaos. Ya, fashion item sepanjang masa ini, memang cocok dibawa dalam keseharian. 

Bahannya yang nyaman dan modelnya yang sederhana, membuat para pecintanya sulit meninggalkannya. Menegaskan kesan muda bagi si pemakai. Timeless. Kaos memang tak ada matinya.

Daya tarik sepotong kaos juga menarik minat Hijrah Saputra, untuk menumpahkan kreativitasnya. Selain dilirik warga lokal, kaos dengan brand 'piyoh' ini juga banyak diincar wisatawan. 

Tak heran, selain nyaman dipakai kaos desain Hijrah juga unik dengan mengusung berbagai tema dan karakter.

"Waktu balik ke Aceh saya dianggap orang aneh, bukan orang Aceh. Jadi saya pikir gimana caranya menganehkan orang Aceh," ujar Alumnus Jurusan Tata Kota Universitas Brawijaya Malang ini, saat dijumpai di distronya kawasan  Ulee Kareng, Banda Aceh itu, Selasa (2/1).

Berdiri sejak 2009, saat ini Piyoh mempunyai tiga outlet yang tersebar di Kota Banda Aceh dan Sabang. Mengandalkan kekhasan desain yang diaplikasikan pada kaos dan lainnya, Piyoh menawarkan produk berselera muda.

Penggunaan bahan baku berkualitas baik setara distro juga menjadi nilai tambah. "Kita membidik kalangan menengah ke atas sebagai segmen pasar. Kaos ini sekaligus sebagai branding wisata Aceh yang intinya bisa berbagi Aceh di mana aja," papar alumnus YSEALI 2017 ini.

Dibandrol mulai Rp 90 ribuan, kaos 'Piyoh' tersedia untuk unisex dengan pilihan lengan panjang, pendek, polo, hingga potongan syar'i. Menawarkan tema berbeda dalam setiap bulannya.


Di tangan Hijrah, kaos ini berceloteh tentang banyak hal, seperti 'Badboy go to hell, goodboy go to Sabang' hingga memuat konten lokal seperti 'bek jampok' dan 'eh malam'.

Selain kaos, di sini kamu juga bisa menemukan rupa-rupa gantungan kunci, magnet, stiker, dompet etnik, hingga parfum yang menebarkan aroma khas Aceh. Dibanderol mulai Rp 5 ribu saja per item. (rul)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Hijrah Saputra, Pemuda Kreatif yang Ingin Berbagi Aceh Dimana Saja, https://aceh.tribunnews.com/2018/01/06/hijrah-saputra-pemuda-kreatif-yang-ingin-berbagi-aceh-dimana-saja.

Rabu, 17 Desember 2014

Mengejar Sunset, Pantai Paradiso Tempatnya

Pantai ini juga salah tempat yang paling sering dikunjungi karena berada di pusat Kota Sabang, nama Paradiso sudah ada sejak jaman Belanda, mungkin karena di sini kita bisa melihat keindahan matahari terbenam.
Pantai Paradiso, Sabang

Pantai Sumur Tiga, si Cantik di Timur Sabang

Pantai ini adalah salah satu primadona pantai yang ada di Kota Sabang karena memiliki 12 mil pantai dengan pasir putih dan air laut yang jernih seperti kristal. Waktu tempuh tidak kurang dari 15 menit dari pusat Kota Sabang. Nama Sumur Tiga sendiri muncul karena di sepanjang pantai ada 3 buah sumur yang airnya tetap tawar walaupun berada di pinggir pantai.
Pantai Sumur Tiga, Sabang
Di sini kita tidak hanya bisa snorkeling, berenang, santai bersama keluarga, kita juga bisa memancing.

Piyohlovers

Ada banyak tempat menarik yang bisa kita kunjungi (Piyoh)