Liputan6.com, Jakarta Anak-anak muda asal Indonesia berhasil menjuarai kompetisi wirausaha sosial yang digelar di Jepang. Presentasi tentang upaya pemberdayaan komunitas tuli di Indonesia membuat tiga anak muda asal Indonesia menjuarai Daigaku SDGs Action Award 2019 pada 20 Februari 2019 di Tokyo.
Jumat, 18 Februari 2022
Plushindo Juarai Kompetisi Wirausaha Sosial di Jepang
Tim Fingertalk Indonesia Sabet Juara 1 Daigaku SDGs Action Award di Jepang
ACEHTREND.COM, Tokyo – Tim Fingertalk Indonesia yang terdiri atas Dissa Syakina Ahdanisa, Hijrah Saputra, dan Muhammad Rizqi Ariffi menyabet juara 1 Daigaku SDGs Action Award di Tokyo, Jepang. Tim ini terpilih menjadi salah satu dari 12 tim yang mempresentasikan idenya di depan dewan juri di Tokyo pada 20 Februari 2019.
![]() |
| Grand Prix Daigaku SDGs Action Awards 2019 Asahi Shimbun Japan |
Plushindo, Empowering Deaf People by Creative Design
I am Hijrah Saputra, first year student of master program in tourism and hospitality at Ritsumeikan Asia Pacific University (APU). I am also a graphic designer and from March 2018, I am taking the role of creative director for the “Plushindo” project.

Currently, Indonesia faces challenges of animals’ extinction due to habitat loss or illegal hunting. Many of the animals, such as Javan rhino, anoa and Komodo dragons, are endemic to Indonesia, and are forecasted to be extinct in the next decade. I believe that we must act now, and we must start from younger generation. Plushindo plushies are a way to spread awareness about the importance and urgency of animal conservation to the younger generation using attractive and fun mediums.
Due to discrimination in the society, more than 74% of Deaf people in Indonesia are unemployed. Thus, through this project, my team and I are trying to break the stigma and create employment. Moreover, I learned to apply my skills and supported the Deaf to upgrade their skills, earn income and provide for their family.
![]() |
| The Characters and their habitat |

| Plushindo and WWF Indonesia |
Kamis, 17 Februari 2022
Takasakiyama, Kerajaan Kera Jepang di Oita
Walaupun monyet-monyet ini terlihat jinak dan diawasi oleh pawangnya, kita juga tidak boleh sembarangan memberi makan, kontak mata langsung atau pun membawa pulang.
Filosofi Sakura
Musim semi jadi musim yang paling ditunggu-tunggu di Jepang, musim di mana Bunga Sakura bermekaran. Setiap tahunnya pemerintah akan membuat poster yang berisikan jadwal mekarnya si bunga cantik ini, karena setiap daerah memiliki masa mekar yang berbeda-beda.
| Bersama salah satu keluarga yang menikmati Festival Sakura di Saga |
Tradisi menikmati Sakura pada siang hari bernama Hanami, sedangkan malam hari diberi nama Yozukara. Biasanya masyarakat Jepang berkumpul menikmati makanan yang dibawa dari rumah bersama orang-orang yang mereka sayangi.
Bagi masyarakat Jepang memiliki makna yang sangat mendalam bagi kehidupannya mereka, sehingga menjadi filosofi hidup. Bunga Sakura yang mekar hanya mampu bertahan satu hingga dua minggu ini melambangkan kehidupan manusia yang hanya sementara dan tidak kekal, hal ini yang membuat mereka semangat mengisi kehidupan dengan kebaikan, layaknya Bunga Sakura sebelum gugur terus menampilkan keindahannya.
Selain itu Bunga Sakura menjadi simbol kelahiran kembali atau pembaharuan, setiap muncul Bunga Sakura menunjukan semangat baru memulai hidup. Momen mekar bunga indah ini juga bertepatan dengan permulaan ajaran baru sekolah dan awal pembukuan di Jepang, tak heran kalau kita banyak menemukan Bunga Sakura di kawasan perkantoran dan sekolah.
| Bersama Yurukyara Kota Saga |
Saya mendapat kesempatan menikmati Festival Bunga Sakura di Kota Saga Fukuoka. Kegiatan ini diadakan oleh salah satu SMA di Tomeikan, mereka mengundang mahasiswa dari negara lain untuk bisa menikmati Festival Sakura bersama sekaligus saling memperkenalkan budaya masing-masing.
Sebelum acara, kami diajak berkeliling oleh pihak sekolah untuk melihat bunga sakura yang mereka miliki. Saya dan teman-teman terkagum-kagum, sekolah mereka memiliki banyak sekali Bunga Sakura dan semua mekar bersamaan, tak heran kalau mereka ingin menunjukannya.
Acara yang diadakan meriah, semua orang mulai dari anak kecil hingga orang tua diajak berkumpul menikmati keindahan Bunga Sakura dengan banyak kegiatan menarik seperti bazar makanan, pertunjukan seni, drama dan tarian, semuanya diselenggarakan oleh pihak sekolah.
Selesai acara, saya melihat banyak kebahagiaan terpancar dari wajah mereka baik dari pengunjung yang datang maupun pihak sekolah penyelenggara. Wajar kalau Festival Sakura menjadi simbol semangat baru untuk anak-anak sekolah dan semangat masyarakat Jepang.
Belajar Bahasa Jepang dengan Menyenangkan di Ikuzo Indonesia
Salah satu tantangan untuk belajar di Jepang adalah Bahasa Jepang, karena tidak banyak orang jepang yang bisa berbahasa Inggris. Ya walaupun sebenarnya di Beppu, banyak orang jepang yang bisa berbahasa inggris. Tapi untuk menjiwai dan bisa merasakan suasana yang jepang sekali dan mengenal lebih detail tentang Jepang ada baiknya kita juga mempelajarinya.
| Suasana Ikuzo, bagi yang senang dengan Jepang, ini menjadi ruangan yang menyenangkan |
| Bersama Ci Vera pemilik Ikuzo, istri saya dan Fukuda Sensei |
Rabu, 16 Februari 2022
Liputan Buku Jejak Dari Kota Neraka di Oita Godo Shinbun
【別府】別府市の立命館アジア太平洋大(APU)大学院に通うヒジラ・サプトラさん(35)が、別府観光の魅力や暮らしをPRする本「地獄の街での足跡」を母国インドネシアで出版した。新型コロナウイルスの影響で来日できなかった半年間に執筆。恵まれない子どもたちの支援に収益を充てた。
![]() |
| Hijrah Saputra dan Dissa Syakina |
春休みに入った2月中旬に首都ジャカルタに戻ったが、新型コロナで4月になっても来日できなくなった。感染状況が深刻で外出も一切できなくなり、オンライン授業の日々が続く中で「本を作ろう」と思い立ったという。
2018年秋に入学して以来、たびたび母国のネットメディア向けに日常を発信していた。地獄めぐりなどの主要観光地の様子、年末の鏡餅作りなど、会員制交流サイト(SNS)に投稿した過去の写真も含めて1カ月ほどで一冊の本に仕上げた。
日本の地名で知られているのは東京や京都などの主要都市が中心。多くの人が別府の地名を知らず、別府の話題は新鮮に感じられたようだ。裸で入る日本式の温泉文化や、地獄めぐり、地獄蒸しのように自然を観光資源に生かす点に反響があったという。
ヒジラさんは「悪いイメージの『地獄』のタイトルと観光という単語が本を読むことで結びつき、別府の地獄に好印象を持ってくれた。新型コロナが収束したら別府に遊びに来たり、APUに入学する人が増えてほしい」と期待する。
妻のディサ・アダニサさん(30)=APU大学院生=も同じ時期に「新しい冒険」と題した本を出した。中央アメリカ、ニカラグアで13年に実施した英語教育ボランティアの体験を、当時の日記で振り返った。ディサさんは「母国を担う次世代の役に立ちたい」と話した。
本はいずれもインドネシア語。ヒジラさんは製本した100冊、ディサさんは200冊を完売。追加販売を検討するという。
<メモ>
ヒジラさん、ディサさん夫婦は春から約半年間、インドネシアでオンライン授業を受けて過ごした。ジャカルタを8月末に出国、東京都で2週間ほど滞在し、9月11日に別府に到着した。
※この記事は、9月16日 大分合同新聞 12ページに掲載されています。









