Selasa, 01 Maret 2022

10 Tempat yang Wajib dikunjungi di Sabang

Ada banyak hal menarik yang bisa dilakukan di Sabang, kota paling barat indonesia ini menawarkan banyak tempat dan kegiatan menarik yang sayang buat dilewatkan. Tapi buat kamu yang memiliki waktu yang singkat, minimal 10 hal ini sudah pernah dilakukan di Sabang. 

1. Tugu KM 0 Indonesia

Tugu Km 0 Indonesia (Sumber : di sini)
Buat kamu yang sangat cinta dengan negara Republik Indonesia, tugu yang satu ini bisa menjadi kebanggaan tersendiri, mengunjungi titik 0 Indonesia, menjadi cerita seru yang tak akan terlupakan, apalagi kamu bisa mendapatkan sertifikat Km 0 yang ditandatangani langsung oleh Walikota Sabang. 
 
Desain Awal Tugu Km 0
Tugu ini merupakan desain terbaru dari tugu sebelumnya yang diresmikan oleh 
Wakil Presiden Try Sutrisno, pada 9 September 1997. Kemudian, prasasti bertuliskan penetapan posisi geografis KM-0 Indonesia tersebut diukur pakar BPP Teknologi dengan menggunakan teknologi Global Positioning System (GPS). Prasasti ini ditandatangani Menteri Riset dan Teknologi/Ketua BPP Teknologi BJ Habibie, pada 24 September 1997. Terakhir, ada prasasti yang menjelaskan posisi geografis tempat ini.

Tugu terbaru ini memiliki desain yang unik dan memiliki beberapa filosofi. Empat pilar yang menjadi penyangga merupakan simbol batas-batas negara yaitu Sabang sampai Merauke dan Miangas sampai Pulau Rote. Lingkaran besar pada tugu merupakan analogi dari angka nol. Ada pula motif senjata rencong menjadi simbol bahwa Aceh juga turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ornamen lainnya yang berbentuk segi delapan menggambarkan landasan ajaran Islam, kebudayaan Aceh dan Nusantara dalam lingkup yang luas sesuai delapan penjuru mata angin. Setiap bagian tugu ini memiliki pesan-pesan kebangsaan yang menyatukan keberagaman Indonesia.

Berjarak kurang lebih 29 km dari pusat kota dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam 30 menit bila menggunakan kendaraan bermotor. Tugu ini terpilih menjadi destinasi wisata terunik terpopuler dalam ajang Anugerah Pariwisata Indonesia atau API 2019, yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

2. Tugu Kembar Sabang - Merauke
(Kiri) Tugu Kembar dengan desain awal, (Kanan) Tugu setelah direnovasi
Replika Tugu Kembar
Tidak banyak yang tahu tugu ini, tugu yang berada di km 7 Kota Sabang ini sebenarnya adalah tugu kembar yang persis dengan tugu yang ada di Distrik Sota, Kabupaten Merauke. Tugu ini dibangun sebelum Tugu Km 0 yang sekarang, katanya saat itu lokasinya belum bisa dijangkau dan dibuka untuk kendaraan, alhasil tugu ini didirikan di lokasi ini. Orang Sabang mengenal tugu ini dengan nama Tugu Garuda. Selain itu, tugu ini juga memiliki replika yang berlokasi di pusat kota Sabang, di depan kantor walikota sabang.

3. Pulau Rubiah 
Sabang terkenal dengan wisata baharinya. Wisata bawah lautnya menarik perhatian wisatawan lokal dan juga mancanegara, air yang jernih, ikan dan terumbu warna-warni, sangat memanjakan mata. Salah satu tempat yang terkenal adalah Pulau Rubiah yang berada di Gampong Iboih. 

Selain indah, pulau ini juga memiliki cerita sejarah yang menarik, pulau ini sempat dijadikan karantina untuk orang - orang Indonesia yang menunaikan ibadah haji dengan menggunakan kapal pada saat itu.

Ada juga legenda yang mengatakan bahwa pulau ini adalah perwujudan dari Putri Rubiah yang mengorbankan dirinya demi mendapatkan air bersih untuk rakyatnya. Perhiasan yang dikorbankan juga menjadi terumbu karang yang indah dan akan bersinar ketika terkena sinar matahari.
Pulau Rubiah dan terumbu karang di sekitarnya (Sumber : di sini dan di sini)

Jadi tak lengkap rasanya ke Sabang tidak mencoba snorkeling atau diving di sini. 

4. Pantai Teupin Sirkui
Salah satu spot diving yang unik dan wajib dikunjungi di Sabang adalah Teupin Sirkui. Di sini kita bisa melihat gelembung - gelembung udara yang keluar dari celah kawah gunung berapi yang ada di bawah laut.
Teupin Sirkui (sumber : di sini)

5. Gua Sarang 

Gua Sarang merupakan goa alami yang terletak di sebelah barat kawasan wisata Iboih, berada di antara Pantai Pasir Putih dan Pantai Lhong Angen. Di balik bukit hijau dan diapit pantai pasir putih yang indah, Gua Sarang yang kini menjadi lokasi wisata favorit bagi anak muda yang menyukai wisata alami yang penuh petualangan. Gua ini lokasinya berada di kaki tebing dan juga perbukitan yang menjorok ke laut biru, jadi butuh perjuangan untuk bisa mancapainya. Kamu yang datang perlu untuk melalui hutan dan juga tebing yang terjal. Tapi, kelelahanmu akan terbayar lunas sesaat setelah sampai ke tujuan. Gua Sarang ini memiliki keindahan bak nirwana di dunia nyata. Air laut berwarna biru tosca dipadu dengan gugusan batu - batuan karang seperti Raja Ampat, pesona panorama yang memikat.

Gua Sarang (Sumber : di sini)
Gua Sarang masuk sebagai finalis Ajang Anugrah Pesona Indonesia (API) Awards ke-6 tahun 2021 dalam kategori Surga Tersembunyi yang di gelar Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.


6. Pantai Sumur Tiga

Pantai yang berada di bagian timur kota Sabang ini memiliki keindahan tersendiri, pasir putih berkilau dan air jernih berwarna biru toska. Kita bisa melihat kemunculan matahari di sana, selain itu ada beberapa tempat penginapan yang memiliki desain eksotik dengan makanan yang lezat, seperti Casanemo dan The Freddies.

Pantai Sumur Tiga

7. Pantai Anoi Itam

Pantai ini memiliki nama Anoi Itam karena warna dari pantainya. Anoi yang berarti pasir, dan itam yang berarti hitam. Dalam Bahasa Aceh, pasir disebut ano tetapi orang Lamnga sering menambahkan akhiran ‘i’ pada pengucapannya, sehingga kata ano menjadi anoi. Berdasarkan beberapa sumber pasir berwarna hitam tersebut berasal dari gunung api yang masih aktif di Pulau Weh. Pasir ini memiliki berat jenis berbeda dengan pasir hitam yang ada di pantai lainnya. Kandungan nikel yang tinggi dan komposisi mineral penyusunnya menyebabkan beratnya kurang lebih tiga kali lipat berat pasir pada umumnya.

Pantai Anoi Itam

Pantai yang berada di bagian timur Kota Sabang ini memiliki hamparan pasir pantai berwarna hitam berkilau, butiran pasir yang relatif lebih besar, membuat kulit terasa hangat dan nyaman.

8. Puncak Balohan

Salah satu tempat untuk menikmati keindahan dan ketenangan kota Sabang. Di sini kita bisa melihat kawanan monyet ekor panjang, burung srigunting dan biawak liar. Sambil menikmati birunya Teluk Balohan kita juga bisa melihat kapal yang berlalu lalang membawa penumpang dari Banda Aceh.

Puncak Balohan

9. Gunung Berapi jaboi

Salah satu hidden paradise kota Sabang, memiliki pemandangan yang eksotik, kawah gunung yang putih dikelilingi pepohonan yang hijau dan tanamanya meranggas berwarna cokelat.

Di dekat Gunung Jaboi terdapat pemandian air panas yang menggunakan tenaga dari gunung berapi ini, biasa digunakan untuk menghilangkan penat setelah seharian berjalan keliling sabang, atau juga digunakan sebagai terapi pengobatan.

Gunung Berapi Jaboi

10. Dolphin Trip (Trip Melihat Lumba - Lumba)

Paket melihat kawanan lumba - lumba ini termasuk atraksi wisata yang baru dikembangkan beberapa waktu lalu. Tapi paket wisata ini yang paling banyak diminati karena wisatawan akan diajak untuk keliling ke beberapa tempat dan juga mengikuti rombongan lumba-lumba lucu yang akan berenang dengan lincahnya di Teluk Sabang.

Dolphin Trip (Sumber : di sini)

Bertemu Bapak Pariwisata Kota Beppu Jepang

Kalau sampai di Kota Beppu melalui kereta, kita akan disambut oleh sebuah patung unik di depan Beppu Eki atau stasiun Beppu. Patung tersebut adalah patung Aburaya Kumahachi, orang di sana menyebutnya dengan “Shinny Uncle”, karena kepalanya yang botak dan bisa bersinar kapan saja, hehe.

Setiap perayaan tertentu, Patung ABuraya ini berganti kostum

Jadi Paman Aburaya ini adalah penggerak pariwisata Kota Beppu dan sekitarnya, beliau berhasil membangun dan memperkenalkan pariwisata Beppu ke dunia.

Beliau lahir pada Tahun 1863, di saat beliau berumur 30 tahun beliau sempat membuka usaha pasar beras di Osaka selama 4 tahun dan mengalami kegagalan. Di umurnya ke 34 beliau memutuskan untuk berkelana di Amerika Serikat, Kanada hingga Meksiko selama 3 tahun dan kembali lagi ke Jepang.

Aburaya pindah ke Beppu di usia 46 tahun dan membuka hotel elit pertama untuk wisatawan internasional dari seluruh dunia.

Ada banyak ide unik yang dibuat beliau untuk meningkatkan pariwisata di Beppu, salah satunya perkataan beliau yang paling terkenal dan diingat adalah, “Jepang kalau gunung adalah Fuji, laut Seto dan Permandian air panas (hotspring) Beppu. Ini cara beliau mengangkat kota Beppu sebagai tujuan wisata unggulan di Jepang.

Beliau juga yang pertama sekali mencetuskan bus wisata dengan pemandu wisatanya seorang wanita. Selain itu beliau membentuk “Klub Otogi”, sehingga anak-anak bisa berkesempatan menikmati cerita dongeng, nyanyian dan menyaksikan pertunjukan musik.

Beliau juga membantu Kota Yufuin, kota yang berada di sebelah selatan Beppu, menjadi resort pemandingan air panas. Dia juga berpikir membuat satu rute perjalanan wisata yang menghubungkan beberapa daerah di Kyushu seperti Kota Beppu, Yufuin, Kuju, Handa, Aso dan Nagasaki.

Karena dekat dengan rumah, jadi salah satu spot yang dikunjungi tiap hari
Bahkan wisuda pun ke sini

Karena ide-ide unik inilah beliau diingat sebagai bapak pariwisata Beppu, banyak cerita-cerita menarik beliau menghiasi setiap langkah pejalan kaki di sekitar Kota Beppu. 

Nama beliau juga diabadikan menjadi salah satu tempat pemandian (Bathhouse) yang menjadi ikon di film “Spirited Away” yang dibuat Studio oleh Ghibli. 

Beliau meninggal di Beppu pada umur 73 tahun dan akhirnya diabadikan dengan sebuah patung yang seolah beliau turun dari langit yang diikuti oleh beberapa bocah setan di jubahnya. Mimpi beliau dampaknya masih terasa sampai sekarang di masyarakat Beppu dan Jepang.

Kisah beliau sangat menginspirasi dan memotivasi banyak orang yang datang ke Beppu, termasuk saya, saya berharap bisa seperti beliau, memberikan kontribusi positif di mana pun saya berada, ya minimal di kota halaman sendiri, hehe.

Senin, 28 Februari 2022

YSEALI, Halloween Ala Pangeran Cambridge, New England

 Halloween jadi sebuah acara yang ditunggu-tunggu bagi sebagian besar orang Amerika Serikat, banyak rumah yang sudah mulai dihias dengan hiasan yang lucu hingga yang sangat menyeramkan. Halloween sendiri banyak versinya, ada yang mengatakan perayaan untuk menghormati orang yang telah meninggal ada juga yang mengatakan untuk merayakan hasil panen. Karena itu pula akhirnya, ada rumah yang memajang hal-hal yang menyeramkan, ada juga yang memajang jagung atau labu tanah atau malah ada yang menggabungkan keduanya.

Perayaan yang dilakukan pada tanggal 31 Oktober setiap tahunnya ini akhirnya juga menjadi ajang memakai kostum, mulai dari yang menyeramkan hingga yang menggemaskan. Ada yang memakai kostum ala zombie, hantu dan berbagai aksesoris berupa tengkorak. Ada juga yang memakai kostum lucu, seperti badut, binatang bahkan ada juga yang menyerupai selebritis, ya nantinya mereka akan jadi ajang pamer, seberapa totalnya mereka berkreativitas.

Wilayah Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat tempat tinggal saya selama Program YSEALI, setiap tahunnya merayakan Halloween dan menjadi salah satu yang paling heboh dibandingkan tempat-tempat yang lain. Oleh karena itu, orang tua angkat saya meminta saya pulang lebih cepat dari kantor untuk melihat kemeriahan Halloween di Cambridge.

Benar sekali sesampai saya di jalan dekat rumah, jalan yang biasanya sepi, ramai dengan berbagai jenis mahkluk di sana, jalan tersebut ditutup untuk kendaraan bermotor, mulai dari pukul enam petang hingga tengah malam. Saya juga melihat anak-anak, tidak hanya yang berasal dari perumahan tersebut, tetapi juga dari daerah lain datang berkumpul. Hal ini menambah semangat pemilik rumah untuk menghias rumahnya dengan luar biasa, ada yang membuat tengkorak menari sambil menyanyi, ada yang membuat drama zombie berkumpul dan rapat, bahkan rumah yang tepat berada di depan rumah saya membuat video yang bisa dilihat di jendela ada hantu menari-nari, seram tapi juga keren!

Anak-anak kecil mulai berjalan memutari kompleks lengkap dengan keranjang atau tasnya, mereka berlomba-lomba untuk mengumpulkan permen atau coklat yang ada di rumah-rumah dengan mengatakan, "Trick or Treat?". Melihat mereka seperti laiknya anak-anak di Indonesia berlomba untuk mengumpulkan "salam tempel" di hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha, hanya saja kostum yang mereka gunakan unik-unik.

Selain anak-anak, orang tuanya juga tidak ketinggalan, mengantarkan anak-anaknya tetapi tidak mau ketinggalan memakai kostum, bahkan ada yang melebihi anaknya. Ada satu keluarga yang menarik perhatian saya, karena mereka memakai kostum Mister Incredible, salah satu karakter animasi Pixar yang jadi favorite saya. Tidak hanya Incredible, tetapi dia juga ditemani istrinya, Elastic Girl, dan anaknya, Teletubbies? Di sini saya mulai gagal paham.

Menggunakan kostum, selain menarik perhatian, juga menjadi permainan yang menyenangkan, menebak dan menceritakan kostum yang digunakan. Saya yang awalnya ditugaskan oleh Hostmom untuk membagikan permen, tertarik untuk mengganti baju yang saya gunakan. Dan akhirnya saya memutuskan memakai kostum, pakaian tradisional Indonesia, ya Pakaian Adat Aceh yang semula sengaja saya bawa untuk dikenakan ketika masa kongres nanti di Washington.
Bersama Mister Incredible dan Elastic Girl
Tapi saya pikir ini menjadi kesempatan yang bagus untuk mempromosikan pakaian dan tempat saya berasal. Ternyata benar pikiran saya, banyak yang tertarik dengan yang saya gunakan, selain mereka tidak bisa menebak, mereka juga tertarik dengan motif bordiran yang ada di pakaian saya, tak jarang juga dari mereka menganggap saya seorang Raja, King of Cambridge! hahaha, dan di situlah cerita tentang Indonesia bermula, hehe.

Acara Halloween pun berakhir pukul 11:30 malam, ketika udara dingin sudah mulai menusuk kulit dan permen di keranjang habis dan semuanya kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat atau pun menikmati waktu bersama keluarganya, seru ya.

Kalau kalian ikut Halloween, bakal pakai baju apa?

Minggu, 27 Februari 2022

YSEALI, Menikmati Keindahan Middlesex Fells Reservation, Massachusetts

Boston selain dikenal sebagai kota Pendidikan karena adanya Harvard dan MIT, dan dikenal dengan kota penuh bangunan bersejarah, penuh dengan artis kreatif, Boston juga terkenal dengan pemandangan yang indah. Ketika saya pertama sekali mendapat info kalau penempatan saya di Boston, saya senang bukan main. Begitu juga dengan orang-orang lain yang mendengar kalau saya bakal tinggal di Boston, semua bahagia, dan akhirnya semua hidup bahagia. (Ini cerita apa)

Bukan…bukan cerita ini yang saya ingin tulis.

Boston terkenal memiliki banyak tempat asyik buat hiking. Walaupun saya di Indonesia bukan termasuk orang yang suka hiking, akhirnya saya mencoba hiking di sini, karena ternyata hiking jadi salah satu kegiatan yang sering dilakukan masyarakat di sini, begitu juga dengan mahasiswa Indonesia yang belajar di sini. Saya sebenarnya mendapat undangan dari salah satu mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Harvard, sebut saja Namanya Waskito dan langsung saja saya iyakan. seperti kata YSEALI, "Never say No". Ya selain saya penasaran dengan tempat yang akan kami tuju, ternyata Waskito mengajak teman-teman Mahasiswa Indonesia yang lain dari kampus yang lain di Boston, sepertinya bakal menyenangkan.

Rute hiking Middlesex Fells
Walaupun sempat tertunda karena perbaikan jalur kereta api dari Harvard ke MIT, akhirnya saya bertemu dengan Waskito, Nanda, Kuni dan Vadya. Kami memutuskan untuk hiking di Middlesex Fells Reservation. Middlesex Fells Reservation salah satu tempat favorit untuk hiking yang ada di sekitar Boston. Untuk menuju ke sana kita menggunakan kereta api menuju akhir dari Orange Line ke Oak Grove, setelahnya mengambil bus tujuan Middlesex Fells.
Valdya, Kuni, Nanda dan Waskito memastikan rute hiking dengan teliti, saya mah ngikut aja ^ 3 ^
Bear Hill Tower
Skyline Trail, rute hiking di puncak bukit 
Perhentian pertama di North Reservoir

Perhentian terakhir di Pine Hill, dari sini kita bisa melihat skyline Kota Boston dan perumahan di sekitar, dan kalau lagi musim gugur akan melihat pohon yang berwarna-warni.
Hijrah, Valdya, Kuni, Nanda, dan Waskito di Pine Hill Middlesex Fells
Note : 

Untuk jadwal perjalanan menuju ke sana coba diperhatikan waktunya di applikasi google map, karena bus menuju Middlesex Fells tidak ada setiap jam.
Lihat rute perjalanan menggunakan aplikasi atau kalau butuh peta yang hardcopy, carilah mini market terdekat, biasanya mereka punya.

Kamis, 24 Februari 2022

YSEALI, Menemukan Islam di Boston

Alhamdulillah, bersyukur di kantor Artists for Humanity toleransi beragama dan beribadah sangat baik. Saya diizinkan untuk melakukan salat lima waktu dan juga mendapatkan izin untuk melakukan salat Jumat di masjid.

Setelah melewati beberapa stasiun subway dari kantor saya, akhirnya saya sampai di Masjid Islamic Society of Boston Cultural Center (ISBCC) yang terletak di Roxburry, Massachusetts. Baru sampai saja terlihat banyak wanita bercadar yang berlalu lalang di sekitar stasiun, sepertinya kawasan ini banyak didiami atau dikunjungi umat Islam di Boston dan sekitarnya.

Masjid Islamic Society of Boston Cultural Center (ISBCC)

Masjid ISBCC tidak hanya menjadi pusat ibadah tetapi juga segala jenis kegiatan yang berkaitan dengan Islam dan pandangan hidup umat Islam. Ada beberapa tempat yang ditampung dan juga aktivitas yang bisa ditemui disini, seperti sekolah, kafe, toko souvenir dan menyediakan tempat untuk aktivitas lain seperti, akikah juga lainnya.

Sesampainya di Masjid ISBCC, saya melihat pemandangan yang luar biasa, mulai dari bangunan yang kontras dengan bangunan di sekitarnya. Selain lantunan ayat suci dan azan yang dikumandangkan dengan merdu oleh bilal-nya, menjadi daya tarik tersendiri, menciptakan suasana kerinduan di Aceh maupun Indonesia. Ya kalau di Indonesia rasanya sangat mudah mencari masjid, disini butuh perjuangan lebih untuk mencapainya.

Setelah saya selesai berwudhu dan masuk ke kamar, saya melihat begitu banyak jamaah yang hadir pada saat itu, semuanya berbeda dari India, Cina, Amerika, Arab dan bahkan dari Afrika. Dan saya lihat juga banyak jemaah wanita yang mengikuti salat Jumat, tidak hanya di lantai satu tapi juga di lantai dua.

Bersama Bpk. Shakh Yasir Fahmy

Usai salat saya bertemu dengan Pak Syakh Yasir Fahmy yang menjadi khatib dan imam pada hari Jumat itu. Orangnya ramah dan bacaan Al-Qur'annya yang merdu bikin tenang. Dia mengatakan selalu ada orang yang datang untuk bertanya atau berdiskusi. Masjid ini juga dapat menampung hingga 1400 orang dan selalu terbuka bagi siapa saja yang datang untuk mengenal Islam dan belajar tentang Islam.

Ada juga paket wisata yang dapat diikuti baik secara pribadi maupun berkelompok, setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 18.00 waktu setempat, namun untuk mengikuti paket tersebut peserta diharuskan membuat janji terlebih dahulu. Saat itu saya melihat sekelompok yang duduk membuat lingkaran untuk berkeliling dan bertanya dengan ISBCC.

Tour mengenal islam

Selain itu banyak program yang dibuat khusus untuk siapa saja, untuk ibu, untuk mualaf dan untuk pemuda dan anak-anak, semuanya dibuat untuk menghidupkan masjid, menjaga silaturahmi dengan jamaahnya dan untuk meningkatkan keimanan.

Menarik ya? Semoga ini bisa menjadi contoh yang baik bagi kita, khususnya bagi masjid-masjid di Aceh.

Minggu, 20 Februari 2022

YSEALI, Mengunjungi MIT, Pusatnya Para Peneliti Terbaik di Dunia

Massachusetts yang berpopulasi sekitar 560.000 jiwa dan terletak pada ketinggian 6 meter di atas permukaan laut, terkenal sebagai daerah Pendidikan. Ada paling tidak 32 perguruan tinggi di wilayah dalam Kota Boston dan sekitar 65 perguruan tinggi jika dihitung hingga batas pinggiran luar kotanya. Karena itu setiap tahun, biasanya di bulan September, populasinya membengkak dengan sekitar 130.000 mahasiswa yang datang dari penjuru dunia, termasuk saya, hehe ngarep.

Dari sensus tahun 1990 tercatat bahwa separuh dari penduduk Boston, yang disebut Bostonian, adalah mahasiswa. Fakta selanjutnya menunjukkan bahwa Boston mempunyai angkatan kerja yang berpendidikan terbaik di seluruh Amerika, hebat ya.

Massachusetts Institute of Technology
Salah satu universitas terbaik yang akan saya ceritakan saat ini adalah MIT, bagi yang suka baca Komik Q.E.D karya Motohirou Katou pasti tidak asing lagi dengan kampus ini. Kampus-nya So Toma, Massachusetts Institute of Technology atau MIT adalah institusi riset swasta dan universitas yang terletak di kota Cambridge, Massachusetts, tepatnya di seberang Sungai Charles dari distrik Back Bay, kurang lebih tiga kilometer dari Universitas Harvard. Kita bisa menggunakan subway atau pun bus dari Harvard atau pun sebaliknya.
Sekolah ini didirikan tahun 1861 oleh William Barton Rogers. dan baru pada tahun 1916 pindah ke kompleks yang sekarang ini. Bidang-bidang studi yang dipelajari di MIT di antaranya Architechtur and Planning, Engineering, Humanities, Social Science, Health Science and Technology juga Management.   Dalam kurun waktu 60 tahun belakangan ini, MIT telah mengembangkan cabang lain seperti manajemen, ekonomi, ilmu politik, dan biologi.

MIT hingga kini menjadi andalan Amerika di bidang riset dan pengembangan khususnya yang berkaitan dengan industri elektronika dan komunikasi. Pada tahun 1929, komputer yang pertama kali dikembangkan di MIT, yang kemudian memantapkan posisinya sebagai yang terdepan di bidang teknologi tinggi (hi-tech). Ditunjang oleh semakin banyaknya perusahaan yang bergerak di bidang hi-tech di wilayah ini, maka tidak heran kalau MIT bangga dengan mengidentikkan dirinya sebagai A Campus Built For Innovation.
A Campus Built For Innovation
Departemen dan sekolah yang paling terkenal adalah Lincoln Laboratory, Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory, Media Lab, Whitehead Institute dan Sloan School of Management. 59 dari anggota dari komunitas MIT telah memenangkan Penghargaan Nobel.

Kampus MIT Terbagi menjadi 2 bagian oleh Massachusetts Avenue, dengan asrama mahasiswa dan fasilitas untuk mahasiswa terdapat di sebelah barat dan sekolahnya di sebelah timur. Juga terdapat jaringan kereta api dekat Kendall Square yang terletak di sebelah timur laut kampus ini. Di sekeliling bangunan kampusnya terdapat banyak sekali perusahaan teknologi.
MIT Dome, makes everyone can fly ^ 3 ^
Berbeda dengan Harvard, mahasiswa di sini terlalu serius, hehe. Tapi wajar dengan prestasi dan hasil yang mereka dapatkan. Yang menarik dari kampus ini, ada banyak scuplture unik dan futuristik. Selain itu, jadi tempat favorite saya dan teman-teman Bostonian YSEALI Profellows lainnya untuk nongkrong menikmati pemandangan Kota Boston dari seberang.

YSEALI, Melihat Bunker Hill Monument, Boston

Perjalanan saya ke sini termasuk perjalanan dadakan yang tidak direncanakan, dikarenakan ketika saya dalam perjalan ke kantor, tetapi saya mendapat informasi dari supervisor bahwa kantor lagi dalam masa renovasi, jadi saya boleh datang agak siang, alhasil saya memutar otak untuk mengisi waktu luang saya, dan akhirnya saya memutuskan untuk memutar jalur dari Red Line menuju Orange Line.

Ada satu tempat yang selama ini membuat penasaran karena bentuknya mirip dengan monumen yang ada di Washington DC, selama perjalanan ke kantor, ketika melewati Sungai Charles, saya melihat monumen ini dekat dengan Jembatan Leonard P. Zakim.

Untuk menuju ke sini saya merubah line saya dari Red Line menuju Orange Line dan berhenti di stasiun Bunker Hill Community College, dari situ kita perlu berjalan sekitar 15 menit berjalan kaki menuju monument. Cukup jauh, tapi ada banyak tempat menarik yang kita bias lihat selama perjalanan, seperti Charlestown Vietnam Veterans Memorial, dan Boston Park Recreation. 
Ada kurang lebih 294 anak tangga untuk menuju puncak
Boston Park Recreation
Monumen Bunker Hill adalah monumen yang berbentuk obelisk yang berada di Charles Town, Boston, Massachusetts, salah satu tempat yang menjadi saksi sejarah Revolusi Amerika. Monumen ini menjadi tujuan akhir dalam perjalan Freedom Trail Boston.

Bangunan yang dirancang oleh Solomon Willard memiliki tinggi 67 m, lebih rendah 102 meter dari Washinton Monument. Dibuka sejak Tahun 1843 mulai 9.30 hingga 17.00 dan tidak dipungut biaya sama sekali.
Museum Bunker Hill
Isi dalam Bunker Hill Monument, terdiri peta, lukisan, patung dan barang-barang peninggalan perang
Ada kurang lebih 294 anak tangga untuk menuju puncak
Monument Bunker Hill
Setelah selesai melihat isi monument, saya memutuskan untuk naik ke dalam monument Bunker Hill yang katanya kita melihat keindahan Kota Boston dari atas, tapi ternyata harapan dan kenyataan tidak sejalan, bukan… bukan pemandangannya yang jelek, Jujur saja ketika saya menaiki yang berjumlah 294 anak tangga bikin kaki saya gemeteran, akhirnya ketika sampai di anak tangga ke- 110 saya memutuskan untuk berhenti, karena kaki sudah gemeteran, napas udah ngos-ngosan, kepala udah pusing, ngga papa ngga bisa lihat pemandangan indah di atas, yang penting saya selamat, hehe, saya memutuskan untuk turun, hehe, ngga kuat abang dek.

Tapi buat kalian yang kuat, jangan lewatkan kesempatan sampai puncak ya.

Akhirnya saya memutuskan untuk berfoto di depan monument Bersama Patung Kolonel William Prescott yang terkenal dengan “don't fire til you see the whites of their eyes."

Monumen & Museum Bunker Hill, Boston National Historical Park Monument Square
Charlestown, MA
www.nps.gov/bost

Museum:
September - Juni, setiap hari 9:00 pagi - 5:00 sore
Juli - Agustus, setiap hari 9:00 pagi - 6:00 sore
Monumen:
September-Juni, setiap hari 9:00 pagi - 4:30 sore
Juli - Agustus, 09.00 - 17.30
Tutup: Thanksgiving, Natal, Tahun Baru